Bojonegoro, 26 Oktober 2025 — Upaya pelestarian budaya daerah kembali mendapat perhatian serius melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur dengan Kearifan Lokal Dialek Jawa Bojonegoroan, yang digelar pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian program penguatan literasi budaya sekaligus pelestarian bahasa daerah di kalangan generasi muda.
Acara ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Bojonegoro. Mereka tampil membawakan cerita-cerita bertema kearifan lokal, mulai dari legenda desa, tradisi masyarakat, hingga pitutur luhur yang menjadi ciri khas budaya Jawa Bojonegoroan. Para peserta dinilai tidak hanya dari kefasihan berbahasa, tetapi juga penghayatan, teknik bertutur, keaslian dialek, serta kemampuan menghidupkan nilai-nilai budaya dalam cerita mereka.
Ketua panitia lomba, Drs. Sutarno, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan tradisi bertutur sebagai identitas lokal.
“Lomba bertutur ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya Bojonegoro. Dialek daerah adalah kekuatan yang membentuk karakter komunikasi masyarakat, dan generasi muda harus menjadi penjaganya,” ujarnya.
Dalam kompetisi tahun ini, Belva Alfa Ziami tampil luar biasa dan berhasil meraih Juara 2. Belva mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri berkat gaya penyampaian yang rapi, alur cerita yang kuat, serta kemampuannya mempertahankan dialek Bojonegoroan secara konsisten dari awal hingga akhir. Setelah menerima penghargaan, Belva menyampaikan rasa syukur dan harapannya.
“Aku seneng banget iso oleh juara. Mugo-mugo cerita nganggo dialek Bojonegoroan iso terus dilestarikno, ben ora ilang ditelan jaman,” tuturnya.
Prestasi membanggakan juga diraih oleh Akmal Muhazzir Rizky, yang menempati posisi Juara 3. Dengan karakter suara yang khas serta penokohan yang kuat, Akmal dinilai berhasil menghadirkan cerita yang hidup di hadapan audiens. Ia mengaku sangat terbantu dengan dukungan guru dan keluarga selama proses persiapan.
“Aku latihan saben dina, lan alhamdulillah iso ngetokake sing paling apik dina iki. Iki dadi pengalaman penting kanggo aku,” ujar Akmal usai penyerahan penghargaan.
Ketua dewan juri, Ninik Widyastuti, M.Pd., memaparkan bahwa kualitas peserta tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan.
“Kami melihat keberanian, kreativitas, dan kedekatan peserta dengan budaya lokal. Penguasaan dialek Bojonegoroan menjadi poin penting penilaian, dan para juara benar-benar menampilkan performa yang matang,” jelasnya.
Penyelenggaraan lomba ini diharapkan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai upaya sistematis melestarikan bahasa daerah. Selain memperkuat identitas budaya Bojonegoro, kegiatan ini juga mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta, kemampuan komunikasi, serta kecintaan terhadap tradisi leluhur.
Dengan keberhasilan para juara dan antusiasme peserta, Lomba Bertutur Dialek Jawa Bojonegoroan tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai lokal masih tertanam kuat di hati generasi muda, sekaligus menjadi langkah penting dalam memastikan budaya bertutur tetap hidup dan berkembang.
Kembali ke Akar Pendidikan: Perayaan Hari Guru di SMP Negeri 1 Balen
Workshop: dari Kewajiban Menuju Kebutuhan
SMP Negeri 1 Balen Laksanakan Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Mayoritas Rapor Semester Diambil oleh Ayah