Balen, Bojonegoro — SMP Negeri 1 Balen kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyelenggaraan workshop penguatan budaya kerja bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan, Jumat (hari ini). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bapak Fathur Rohim, M.Pd, selaku Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, dengan mengusung tema “Dari Kewajiban Menuju Kebutuhan: Mentransformasikan Disiplin Kerja Menjadi Budaya Sekolah.”
Awali Kegiatan dengan Sambutan Kepala Sekolah
Workshop dibuka dengan sambutan Kepala SMP Negeri 1 Balen yang menegaskan bahwa disiplin bukan sekadar aturan yang harus dipenuhi, tetapi merupakan fondasi utama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, profesional, dan berkarakter. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa budaya disiplin harus hidup dalam keseharian sekolah, menjadi kebiasaan positif yang lahir dari kesadaran diri, bukan paksaan.
Kepala sekolah juga mengapresiasi seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah berupaya menjaga komitmen dalam meningkatkan kualitas kinerja. Beliau menekankan bahwa transformasi budaya kerja hanya dapat tercapai apabila setiap individu memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kemajuan sekolah.
Materi Inti dari Kepala Bidang PTK: Disiplin sebagai Budaya, Bukan Sekadar Kewajiban
Pada sesi utama, Bapak Fathur Rohim, M.Pd memberikan pemaparan komprehensif mengenai pentingnya kedisiplinan sebagai bagian dari budaya sekolah. Ia menjelaskan bahwa disiplin kerja merupakan salah satu indikator utama profesionalisme dalam dunia pendidikan, dan perlu ditransformasikan menjadi kebutuhan internal setiap pendidik.
Beliau memaparkan beberapa strategi konkret dalam membangun budaya kerja, antara lain:
-
Keteladanan pimpinan dan guru sebagai contoh nyata bagi peserta didik.
-
Konsistensi pelaksanaan aturan, sehingga seluruh warga sekolah memahami arah dan tujuan bersama.
-
Komunikasi efektif antarwarga sekolah, menciptakan kebersamaan dan mengurangi miskomunikasi.
-
Penguatan komitmen individu, agar disiplin bukan lagi beban, tetapi nilai yang dihayati.
Dalam paparannya, beliau juga menyoroti pentingnya adaptasi dan inovasi di era modern, di mana perubahan perilaku kerja harus didukung dengan pemahaman yang mendalam tentang tanggung jawab profesional seorang pendidik.
Diskusi Interaktif dan Perumusan Tindak Lanjut
Kegiatan workshop berlangsung sangat interaktif. Guru dan tenaga kependidikan terlibat aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta merespon pertanyaan pemateri terkait tantangan kedisiplinan di sekolah. Suasana dialog yang terbuka mendorong munculnya berbagai ide konstruktif untuk memperkuat budaya kerja di SMP Negeri 1 Balen.
Pada sesi akhir, peserta bersama pemateri merumuskan beberapa langkah tindak lanjut yang akan dijalankan secara bertahap, seperti peningkatan ketepatan waktu, penguatan monitoring dan evaluasi kinerja, serta penciptaan lingkungan kerja yang suportif dan kolaboratif.
Menuju Budaya Sekolah yang Lebih Kuat
Melalui workshop ini, SMP Negeri 1 Balen berharap dapat membangun budaya disiplin yang kokoh dan berkelanjutan. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang belajar bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang profesional, berkarakter, dan unggul.
Acara ditutup dengan harapan besar bahwa nilai-nilai disiplin dapat benar-benar tertanam dalam keseharian, sehingga sekolah mampu terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi peserta didik serta masyarakat.
SMP Negeri 1 Balen Gelar Class Meeting 2025, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Siswa
SMP Negeri 1 Balen Gelar Workshop Wellbeing dan Produktivitas Guru serta Tendik di Era Transformasi Digital
Kembali ke Akar Pendidikan: Perayaan Hari Guru di SMP Negeri 1 Balen